Puisi Semua Tentang Kita

Puisi Semua Tentang Kita

Puisi Semua Tentang Kita
Puisi Semua Tentang Kita

Semua Tentang Kita

langit mengabu,
awan membatu,
mengumpul dititik tertentu,
membawa pikiran untuk mengadu
tentang apa yang terjadi dimasa lalu
kita, saya dan kamu.

awalan yang asing,
sebelum menjadi yang tersayang,
bertemu, berkenalan lalu berteman.
tapi hidup tak akan datar,
pasti ada naik ada turun,
masalah datang,
pertengkaran dimulai,
kita saling memaki,
saling menjauhi,
hingga akhirnya memaklumi,
hidup penuh misteri.

kita berkisah tentang,
entah itu tentang pertemanan,
tentang permusuhan,
hingga tentang percintaan.
akhirnya kita menyadari semua yang terjadi dalam hidup
hanya tentang,
yang kita pilih sebagai jawaban,
hidup berlanjut seperti kawan atau lawan.

bertemu dan berpisah itu wajar,
tapi tak wajar jika kita saling melupakan
setelah sebelumnya kita berpelukan.
bertengkar dan berkelahi itu wajar,
tapi tak wajar jika kita saling memusuhi
setelah sebelumnya kita jadi kawan sejati.
mengenai tentang itu wajar,
tapi wajar yang diwajarkan,
bukan memaksa yang membuat luka,
dan bukan cinta yang membuat kecewa.

sekali-kali ingat tentang kita yang dulu,
bersama-sama membuat lucon yang lucu
tertawa terbahak-bahak menertawakan hal itu,
walau hanya hal bodoh yang lucu.

sekali-kali ingat tentang kita yang dulu,
saat bermusuhan membuat tangis menggugu,
saling membenci bahkan saling menghakimi,
berkata-kata untuk saling menyakiti hati,
hingga dendam terpantri.
tapi tentang hati kau tak pantas mati,
kau butuh hidup untuk hidupmu sendiri,
dendam itu tak wajar,
karena nyatanya kita hanya saling menyakiti,
kita hidup untuk mati,
bukan hidup untuk mematikan yang akan mati.

sekali-kali ingat tentang kita yang dulu dan sekarang,
bagaimana hidup berjalan dengan cepatnya,
bagaimana waktu berlalu dengan detiknya,
bagaimana hati belajar merasakan rasanya tentang,
dan bagaimana kita sudah berada diakhir cerita
lalu bagaimanakah kita yang nanti?
akankah mengingat atau mengatai,
atau akankah bersama lagi atau malah menjauhi.

diakhir kata aku memohon,
atas segala salah yang membekas dihati,
atas segala kata yang menyakiti hati,
aku sendiri mohon diri,
kenangan kita semoga akan terpantri.
terimakasih pernah mengisi,
semoga tentang kita selalu dihati.

Penulis : Nida NF