Ambulanse Pasien Virus Korona Terancam Tak Beroperasi

Ambulanse Pasien Virus Korona Terancam Tak Beroperasi

Ambulans Pasien Virus Korona Terancam Tak Beroperasi
Ambulans Pasien Virus Korona Terancam Tak Beroperasi

Para petugas ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Pemda Garut kini merana. Hak mereka tak dibayar Pemda tiga bulan lamanya.

Para petugas ambulans tak mendapatkan haknya selama itu. Padahal, mereka bekerja 24 jam melayani antar-jemput pasien Korona.

Ada sekitar 18 orang yang tergabung ke dalam tim ambulans. Mereka terdiri dari 8 operator dan 10 petugas lapangan. Mereka seharusnya diberi upah Rp 2 juta per bulan.

“Boro-boro insentif, gaji juga tidak ada. Terpaksa kita kasbon. Pinjam”, katanya.

Salah seorang petugas ambulans, saat dikonfirmasi mengatakan, selain gaji, insentif juga belum diberikan kepada mereka.

Hal tersebut tak hanya berdampak pada kehidupan pribadi para petugas yang harus minjam uang hingga menggadai barang. Namun, layanan ambulans 119 juga terancam terhenti.

Sebab, mereka kini kehabisan biaya operasional. Dari total 6 mobil ambulans 119 yang ada, hanya ada tiga yang dapat dipakai. Sisanya dalam kondisi rusak.

Para petugas ambulans ternyata tak hanya tak digaji. Mereka juga kerap menalangi uang bensin ambulans saat biaya operasional tak cair.

Di Garut sendiri diketahui memiliki dana penanggulangan Virus Korona lebih dari Rp 200 miliar. Kok bisa gaji petugas ambulans ditunggak ?

Asisten Pemerintahan I Pemda Garut Nurdin Yana mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji para petugas ambulans terjadi akibat adanya tahapan proses administrasi yang harus ditempuh.

“Kebetulan mungkin karena ada persoalan tata kelola administrasi,” kata Nurdin kepada wartawan, Kamis (9 Juli 2020).

Para petugas ambulans berharap Pemda Garut segera melunasi gaji mereka. Biaya operasional ambulans juga diharapkan terus lancar agar pasien Komorona bisa ditolong.

Para petugas ambulans berharap Pemda Garut segera melunasi gaji mereka. Biaya operasional ambulans juga diharapkan terus lancar agar pasien Korona bisa ditolong.