4 Asupan Yang Dapat Membuat MR P Anda Menjadi Loyo

4 Asupan Yang Dapat Membuat MR P Anda Menjadi Loyo

4 Asupan Yang Dapat Membuat MR P Anda Menjadi Loyo
4 Asupan Yang Dapat Membuat MR P Anda Menjadi Loyo

Pada pria, ereksi sangat dipengaruhi oleh hormon seks yang disebut testosteron. Selain karena faktor usia, kadarnya dipengaruhi juga oleh asupan sehari-hari.

Itu pula sebabnya, banyak pria mengalami disfungsi ereksi di usia yang relatif muda. Tidak lain karena pola makannya kurang sehat dan seimbang.

Berikut adalah 4 Asupan Yang Dapat Membuat MR P Anda Menjadi Loyo.

1. Daun Mint

Daun mint menjadi salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat minuman detox karena dipercaya dapat membuang racun dan membuat tubuh menjadi segar. Oleh sebab itu, beberapa orang rutin mengonsumsi minuman detox daun mint.

Research menemukan bahwa pria yang mengonsumsi daun mint secara berlebihan akan menurunkan kadar testosteron (hormon yang mengatur libido) yang dapat mengganggu penis untuk ereksi.

2. Popcorn Kemasan Yang Dipanaskan

Menyimpan popcorn lalu dipanaskan dengan microwave merupakan salah satu kebiasaan buruk untuk pria, sebab rata-rata kantong popcorn dilapisi bahan kimia asam perfluorooctanoic (PFOA). Paparan PFOA menyebabkan tingkat testosteron menjadi lebih rendah dan dapat mengganggu ereksi.

Jika ingin memanaskan popcorn menggunakan microwave, sebaiknya buang kemasannya dan dituangkan pada mangkuk atau wadah sebagai pengganti.

3. Susu Kedelai

Susu kedelai kerap dijadikan alternatif bagi seseorang yang sedang menjalankan program diet karena dipercaya mengandung lebih rendah lemak daripada susu sapi.

Sebuah studi menemukan sebesar 19 persen pria yang mengonsumsi susu kedelai murni setiap harinya akan menurunkan kadar testosteron.

4. Soda

Soda memang dapat memberikan kesegaran apalagi menggunakan es batu, tetapi sebuah penelitian melaporkan bahwa pemanis utama yang terdapat dalam soda menimbulkan beberapa masalah bagi kesehatan, yaitu meningkatkan risiko disfungsi ereksi, meningkatkan kadar kolesterol dan merusak arteri (pembuluh darah) di penis.

Pada akhirnya, semua tergantung pada takaran. Apapun jika berlebihan akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan.